Peran guru bimbingan dan konseling islami dalam mendukung siswa neurodivergen di madrasah ibtidaiyah: systematic literature review

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) Islami dalam menangani siswa dengan gaya belajar neurodivergent di madrasah ibtidaiyah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan mengenai bimbingan dan konseling Islam, pendidikan inklusif, serta karakteristik siswa neurodivergent. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa neurodivergent, seperti siswa dengan ADHD, disleksia, disgrafia, dan diskalkulia, memerlukan layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Guru BK Islami berperan sebagai konselor, fasilitator, mediator, dan motivator dalam membantu siswa mengatasi hambatan belajar serta mengembangkan potensinya. Layanan yang diberikan meliputi identifikasi kebutuhan siswa, konseling individu maupun kelompok, kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua, serta penguatan nilai-nilai Islam. Integrasi nilai-nilai keislaman dalam layanan BK terbukti mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan spiritual siswa. Oleh karena itu, guru BK Islami memiliki peran strategis dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan optimal siswa neurodivergent di madrasah ibtidaiyah.

Keywords
  • bimbingan dan konseling
  • Guru BK Islami
  • Madrasah ibtidaiyah
  • Neurodivergent
  • Pendidikan inklusif
How to Cite
Seliah Rindiani, M. Fahli Zatrahadi, & Miftahuddin. (2026). Peran guru bimbingan dan konseling islami dalam mendukung siswa neurodivergen di madrasah ibtidaiyah: systematic literature review. Southeast Asian Journal of Technology and Science, 7(1), 9–21. https://doi.org/10.29210/810708900
References
  1. Ardana, A., Hikmayanti, N., Ramadhani, A., & Yusuf, A. (2025). Strategi bimbingan konseling untuk mendukung siswa berkebutuhan khusus dalam pendidikan inklusif. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 1(2), 98–112.
  2. Arifin, Z. (2022). Manajemen peserta didik sebagai upaya pencapaian tujuan pendidikan. Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, 8(1), 71–89.
  3. Arsini, Y., Yoana, L., & Prastami, Y. (2023). Peranan guru sebagai model dalam pembentukan karakter peserta didik. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 3(2), 27–35.
  4. Alivia, T., & Sudadi, S. (2023). Manajemen pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler.
  5. Daih, M. (2025). Penerapan pendidikan inklusif berbasis keislaman di SD IT Ainul Mardiah. Institut Agama Islam Negeri Langsa.
  6. Fanesa, M. (2025). Peran dan tantangan guru bimbingan konseling dalam pendidikan inklusif: Tinjauan systematic literature review dalam mendukung peserta didik berkebutuhan khusus.
  7. Fatmawati, E., & Aziz, D. K. (2024). Revolusi kemandirian belajar di Madrasah Ibtidaiyah melalui optimalisasi bimbingan dan konseling yang kreatif. INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling, 13(1), 25–36.
  8. Hakim, A. R. (2023). Konsep landasan dasar pendidikan karakter di Indonesia. Journal on Education, 6(1), 2361–2373.
  9. Kahar, S., & Azzahra, A. (2026). Peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah belajar siswa. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(01), 187–199.
  10. Liza, L. O., Zudeta, E., Ulni, E. K., Khalida, R., & Kes, A. (2024). Dasar-dasar anak berkebutuhan khusus. LPPM Universitas Lancang Kuning.
  11. Marhamah, M., & Zikriati, Z. (2024). Mengenal kebutuhan peserta didik di era Kurikulum Merdeka. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(1), 89–106.
  12. Mustaqim, E. H., Suliyanto, J., Sukamto, S., & Windyati, W. (2024). Analisis karakteristik peserta didik melalui asesmen diagnostik di SD Islam Al Madina Semarang. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), 10(1), 29–41.
  13. Purnawanto, A. T. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Pedagogy, 16(1), 34–54.
  14. Ramadhani, A. A., Firlana, H., Sari, W., Nurhaliza, S., Rafianti, W. R., & Suriansyah, A. (2025). Studi literatur: Identifikasi hambatan akademik pada anak dengan disleksia dan diskalkulia. MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(4), 1688–1696.
  15. Ramadhani, E. M., Nadya, N., & Blezyinsky, A. A. (2026). Manajemen pelaksanaan bimbingan dan konseling secara langsung dalam layanan konseling individual dan kelompok. Journal Sains Student Research, 4(1), 251–258.
  16. Rochmiyati, I. (2022). Layanan bimbingan konseling pendidikan inklusif untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Litera Pustaka.
  17. Rofiq, A. (2025). Integrasi layanan bimbingan konseling Islami dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaan, 5(2), 451–462.
  18. Sutomo, F. G., & Aini, M. R. Q. (2024). Pemahaman karakteristik peserta didik dalam mengoptimalkan pembelajaran. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan, 2(4), 60–72.
  19. Suwadji, S., Habibah, I. L., Aziza, I. F., Nurhayati, I., & Winarti, L. Y. (2025). Pendidikan Agama Islam inklusif. Yayasan Pendidikan Hidayatun Nihayah.
  20. Ulfah, U., Arifudin, O., & Kartika, I. (2022). Peran guru dalam upaya pengembangan bakat dan minat peserta didik. Jurnal Al-Amar: Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Agama Islam, Manajemen dan Pendidikan, 3(1), 9–16.
  21. UNESCO. (2020). Global Education Monitoring Report: Inclusion and Education – All Means All. Paris: UNESCO Publishing.
  22. Armstrong, T. (2017). The Power of Neurodiversity: Unleashing the Advantages of Your Differently Wired Brain. Cambridge, MA: Da Capo Press.
  23. Silberman, S. (2015). NeuroTribes: The Legacy of Autism and the Future of Neurodiversity. New York: Avery.
  24. American School Counselor Association. (2019). ASCA National Model: A Framework for School Counseling Programs (4th ed.). Alexandria, VA: ASCA.
  25. World Health Organization. (2022). World Report on Disability and Inclusive Education. Geneva: World Health Organization.
  26. Council for Exceptional Children. (2020). High-Leverage Practices in Special Education. Arlington, VA: Council for Exceptional Children.