Evaluasi manajemen operasional keamanan penerbangan di area terminal dan kargo bandara internasional sultan syarif kasim ii Pekanbaru
-
Published: September 23, 2026
-
Page: 328-332
Abstract
Keamanan penerbangan di area terminal dan kargo memerlukan keterpaduan antara prosedur, teknologi, kompetensi personel, dan koordinasi lintas instansi. Penelitian ini mengevaluasi penerapan manajemen operasional keamanan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi perbaikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif dari unsur Aviation Security, pengelola bandara, Bea Cukai, dan petugas kargo maskapai, disertai observasi lapangan dan telaah dokumen. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan verifikasi temuan, sedangkan keabsahannya diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan bahwa pengamanan telah dijalankan melalui perencanaan berbasis risiko, pemeriksaan berlapis, supervisi, pemantauan CCTV, dan pencatatan insiden. Efektivitasnya didukung oleh CCTV analytics, X-ray digital, kontrol akses biometrik, dan logbook digital. Namun, manfaat teknologi belum optimal karena keterbatasan jumlah dan kompetensi teknis personel, ketidaksinkronan data antarinstansi, perubahan SOP, serta tekanan volume pada jam sibuk. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas keamanan tidak ditentukan oleh teknologi secara terpisah, melainkan oleh keselarasan empat unsur: tata kelola operasional, kompetensi SDM, integrasi informasi, dan SOP adaptif. Temuan tersebut menjadi dasar bagi penguatan pelatihan, interoperabilitas data, evaluasi SOP, dan manajemen keamanan berbasis risiko.
- Manajemen operasional, Keamanan penerbangan, Terminal bandara, Kargo udara, Transformasi digital

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
- Halpern, N., Mwesiumo, D., Suau-Sanchez, P., Budd, T., & Bråthen, S. (2021). Ready for digital transformation? The effect of organisational readiness, innovation, airport size and ownership on digital change at airports. Journal of Air Transport Management, 90, 101949. https://doi.org/10.1016/j.jairtraman.2020.101949
- Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2017). Operations management: Sustainability and supply chain management (12th ed.). Pearson.
- International Civil Aviation Organization. (2022). Annex 17 to the Convention on International Civil Aviation: Security—Safeguarding international civil aviation against acts of unlawful interference. ICAO.
- Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
- Saldaña, J. (2021). The coding manual for qualitative researchers (4th ed.). SAGE Publications.
- Serrano, F., & Kazda, A. (2020). The future of airports post COVID-19. Journal of Air Transport Management, 89, 101900. https://doi.org/10.1016/j.jairtraman.2020.101900
- Tan, J. H., & Masood, T. (2021). Adoption of Industry 4.0 technologies in airports: A systematic literature review. arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2112.14333
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1.
- Zaharia, S. E., & Pietreanu, C. V. (2018). Challenges in airport digital transformation. Transportation Research Procedia, 35, 90–99. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2018.12.016