Bimbingan kelompok sebagai intervensi untuk meningkatkan kemandirian anak asuh di lembaga kesejahteraan sosial anak
-
Published: July 12, 2026
-
Page: 102-108
Abstract
Kemandirian merupakan kompetensi kritis bagi remaja di lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) untuk mempersiapkan transisi menuju kehidupan mandiri di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kemandirian multidimensional anak asuh. Desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest dengan melibatkan 15 anak asuh berusia 15-18 tahun dari LKSA As-Shohwah Pekanbaru yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi terdiri dari enam sesi bimbingan kelompok yang mengintegrasikan diskusi kelompok, refleksi diri, dan peer learning untuk mengembangkan tiga dimensi kemandirian: emotional autonomy, behavioral autonomy, dan value autonomy. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala Likert dengan 23 item sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data posttest tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemandirian anak asuh (Z = −2.714, p = 0.007) dengan ukuran efek besar (r = 0.701). Rerata skor kemandirian meningkat dari 92.13 pada pretest menjadi 98.00 pada posttest. Temuan ini mengindikasikan bahwa bimbingan kelompok yang terstruktur mampu menjadi strategi intervensi yang efektif dan praktis untuk mengembangkan kemandirian pada anak asuh di LKSA. Implikasi praktis mencakup integrasi bimbingan kelompok dalam program pengasuhan rutin, pengembangan kapasitas fasilitator, dan kolaborasi lintas institusi untuk mendukung persiapan transisi anak asuh menuju kehidupan mandiri. Penelitian ini memberikan bukti empiris pada literatur tentang intervensi psikoedukatif berbasis kekuatan untuk anak-anak yang mengalami deprivasi keluarga.
- Anak asuh
- Bimbingan kelompok
- Intervensi psikoedukatif
- Kemandirian multidimensional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Amseke, F. V., Lelo, K., Seran, E., & Sakan, C. H. (2024). Pengaruh kelekatan orang tua dan kecakapan emosi terhadap kemandirian anak usia dini. Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO, 7(1).
- Darmawati, D., Miftahuddin, M., Zatrahadi, M. F., Suhaimi, S., Sari, R. N., & Istiqomah, I. (2021). Teknik komunikasi persuasif: Pendekatan konseling keluarga dalam mengatasi konflik poligami. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(2), 70–85. https://doi.org/10.24014/jiik.v11i2.14640
- Fitri, A. H., & Syawaluddin, S. (2023). Bimbingan keagamaan dalam membina kemandirian anak di panti asuhan Tunas Bangsa Kota Solok. Yasin, 3(1), 116–123. https://doi.org/10.58578/yasin.v3i1.875
- Hadi, M. F. Z., & Zubaidah. (2015). Pemanfaatan konseling Neuro Linguistic Programming dalam mengatasi kesulitan belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Dakwah Risalah, 26(4), 174–182. https://doi.org/10.24014/jdr.v26i4.1275
- Hasanah, I., Sa’idah, I., Fakhriyani, D. V., & Andriyati, A. (2022). Bimbingan kelompok: Teori dan praktek. Duta Media Publishing.
- Jannah, A. W. (2021). Peran panti asuhan dalam mengembangkan kemandirian anak di Panti Asuhan Puteri Aisyiyah Kota Medan.
- Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 30/HUK/2011 tentang Standar Nasional Pengasuhan Anak untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Kementerian Sosial Republik Indonesia.
- Maiseptian, F., Dewita, E., & Rosdialena, R. (2022). Efektivitas layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan kemandirian belajar remaja. Jurnal Ilmiah Iqra’, 16(1), 102–117. https://doi.org/10.30984/jii.v16i1.1873
- Murdiono, M., & Fatoni, A. (2024). Peningkatan kemandirian anak panti asuhan Ulil Abshar Dau Sengkaling Malang melalui program kegiatan mandiri: Pendekatan pendidikan dan pembinaan. Journal of Entrepreneurship and Community Innovations, 2(2), 68–79. https://doi.org/10.33476/jeci.v2i2.15
- Nadira Choirunnisa, N., Safitri, D., & Martini, M. (2024). Pembinaan kemandirian anak asuh di Panti Asuhan Chairun Nissa.
- Patilima, H. (2023). Peran orang tua dalam pembentukan kemandirian pada anak usia 5–6 tahun. Educatio, 9(2), 1116–1125. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.5140
- Prayitno, & Amti, E. (2013). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. PT Rineka Cipta.
- Puri, I. R., & Hartati, S. (2016). Hubungan antara kemandirian dan intensi mencari bantuan pada anggota komunitas Backpackers Regional Yogyakarta–Jawa Tengah. Jurnal Empati, 5(2), 385–390.
- Risal, H. G., & Alam, F. A. (2021). Upaya meningkatkan hubungan sosial antar teman sebaya melalui layanan bimbingan kelompok di sekolah. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(1), 1–10.
- Sandyariesta, D., Yuliejantiningsih, Y., & Hartini, T. (2020). Pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving terhadap kemandirian belajar siswa kelas X. Empati: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 118–128. https://doi.org/10.26877/empati.v7i2.6729
- Sasmita, H., & Karneli, Y. (2020). Layanan bimbingan konseling sebagai upaya pembentukan kemandirian siswa.
- Steinberg, L. (2014). Adolescents (10th ed.). McGraw-Hill Education.
- Sufi, D. K., & Mujahiddin, M. (2020). Peranan Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kabupaten Aceh Singkil dalam meningkatkan kemandirian anak. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.30596/jisp.v1i1.4372
- Ullya, N., Putra, D. P., Kamal, M., Yusri, F., & Djambek, M. D. (2023). Pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama terhadap kemampuan hubungan interpersonal di Panti Asuhan Al-Ghasyiyah Bathin Solapan Duri Riau.