Efektivitas intervensi komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah

Abstract

Kecemasan masa depan merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami pasangan pada fase awal perkawinan akibat berbagai ketidakpastian yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi, keberlangsungan hubungan, serta kesiapan menjalankan peran dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest–posttest. Partisipan penelitian terdiri atas delapan individu (empat pasangan suami istri) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasangan dengan usia pernikahan 1–5 tahun dan mengalami kecenderungan kecemasan masa depan. Data dikumpulkan menggunakan skala Future Anxiety yang telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (Cronbach's Alpha = 0,906). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, Paired Sample t-test, dan analisis effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan masa depan menurun dari 108,00 pada saat pretest menjadi 42,75 pada saat posttest. Hasil Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (t(7) = 25,13, p < 0,001), dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 14,35, yang mengindikasikan pengaruh intervensi dalam kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik efektif dalam menurunkan kecemasan masa depan sekaligus membantu pasangan mengembangkan regulasi emosi, komunikasi yang lebih suportif, serta kemampuan menghadapi berbagai ketidakpastian kehidupan perkawinan secara lebih adaptif. Hasil penelitian ini memperkuat potensi komunikasi terapeutik sebagai salah satu pendekatan intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling keluarga untuk mendukung kesejahteraan psikologis pasangan pada fase awal perkawinan.

Keywords
  • Kecemasan masa depan
  • Komunikasi terapeutik
  • Pasangan baru menikah
  • Pasangan suami istri
  • Quasi-experimental
How to Cite
Fauzyyah, V. S., Azni, Miftahuddin, Rahmad, Rosmita, & Nurjanis. (2026). Efektivitas intervensi komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah. Southeast Asian Journal of Technology and Science, 7(1), 179–187. https://doi.org/10.29210/810711700
References
  1. Aminah, S., Santi, C. F., Ismed, G. H. M., Fadhilah, S. R., & Ardiyansyah, A. (2024). Komunikasi interpersonal sebagai dasar keharmonisan keluarga: Studi di Desa Matra Manunggal. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(6), 1948–1964.
  2. Angela, I., & Ariela, J. (2021). Pengaruh dimensi attachment avoidance dan anxiety terhadap kualitas hubungan berpacaran dewasa muda. Jurnal Psikologi Udayana, 8(1), 36. https://doi.org/10.24843/jpu.2021.v08.i01.p04
  3. Anggeraeni, A. (2023). Pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12, 427–434. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.1112
  4. Azni, A., Hafis, M., Zakariah, A. A., Harmanto, A., Miftahuddin, M., & Ihsan, M. (2025). Pseudo-maṣlaḥah and epistemological failure in marriage dispensation at indonesian religious courts. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 13(2), 1399-1420.
  5. Bishop, S. J., & Gagne, C. (2018). Anxiety, depression, and decision making: A computational perspective.
  6. Boluda-Verdú, I., Senent-Valero, M., & Casas-Escolano, M. (2022). Fear for the future: Eco-anxiety and health implications: A systematic review. Journal of Environmental Psychology, 84, 101904. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2022.101904
  7. Darmawati, D., Miftahuddin, M., Zatrahadi, M. F., Suhaimi, S., Sari, R. N., & Istiqomah, I. (2021). Teknik komunikasi persuasif: pendekatan konseling keluarga dalam mengatasi konflik poligami. Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(2), 70-85.
  8. Effendy, O. U. (2009). Ilmu komunikasi.
  9. Fasya, H., & Supratman, L. P. (2018). Komunikasi terapeutik perawat pada pasien gangguan jiwa. https://doi.org/10.20422/jpk.v21i1.491
  10. Ghozali, S., Darmawan, D., Rahmawan, R., Mohamad, Y., Isnani, S., Sulaiman, L. Y., & Sopyan, A. W. (2024). Efektivitas konseling kelompok untuk mengatasi permasalahan kepercayaan diri pada siswa. Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 75–84.
  11. Gustini, G., Syarif, I., Sasarari, Z. A., Khair, U., & Anggeraeni, A. (2023). Effect of therapeutic communication on anxiety levels in preoperative patients. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 427–434. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.1112
  12. Harapan, E., & Ahmad, S. (2022). Komunikasi antarpribadi: Perilaku insani dalam organisasi pendidikan. PT RajaGrafindo Persada.
  13. Kasalova, P., Prasko, J., Holubová, M., Vrbova, K., Zmeskalova, D., Slepecky, M., & Grambal, A. (2017). Anxiety disorders and marital satisfaction.
  14. Kwame, A., & Petrucka, P. M. (2020). Communication in nurse-patient interaction in healthcare settings in sub-Saharan Africa: A scoping review. International Journal of Africa Nursing Sciences, 12, 100198. https://doi.org/10.1016/j.ijans.2020.100198
  15. Luginasari, Y., Faozi, A., & Rahmat, D. Y. (2024). Hubungan komunikasi terapeutik dengan kecemasan pasien pre operasi apendisitis: Systematic literature review. Malahayati Nursing Journal, 6(8), 2988–3001. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i8.15385
  16. Maulana, R., Siswoyo, M., & Wihayati, W. (2021). Therapeutic communication between psychiatrists and patients with mental health disorders at Waled Hospital, Cirebon Regency, 1(2), 69–80.
  17. Miftahuddin, M., Zatrahadi, M. F., Suhaimi, S., & Darmawati, D. (2020). Psikoterapi spiritual untuk mengatasi sakit jiwa. Madaniyah, 10(1), 147-158.
  18. Nurhasnawati, N., Alwizar, A., Syafaruddin, S., Darmawati, D., MFZ, M. F. Z., HKM, H. W., & ISQ, I. (2020). Systematic review of the literature on islamic religious education design in indonesia: the role of parents in islamic religious education. COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education, 5(4), 216-223.
  19. Roza, S., Zatrahadi, M. F., & Darmawati, S. (2018). Pengaruh Konseling Pranikah Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Di Kua Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan. _Jurnal Bimbingan Konseling Islam_, 1(2).
  20. Salih, M. H., Ahmad, H. M., Mahmod, H. A., Ahmed, A. A., Abdullah, S. O., & Salih, K. W. (2022). The anxiety level of students about the future: Case of Education College of Sharazur at the University of Halabja. Journal of Philology and Educational Sciences, 1(1), 16–26. https://doi.org/10.53898/jpes2022112
  21. Susiana, S., & Susanti, N. D. (2023). Analisis pola komunikasi interpersonal: Fondasi pilar keluarga sakinah. JAWI: Journal of Ahkam Wa Iqtishad, 1(4), 249–258.
  22. Yea, M. O., Conterius, A. W. S., Kep, N. M., & Nei, F. (2024). Kesehatan mental: Pemahaman, pencegahan, dan pengobatan. PT Media Penerbit Indonesia.
  23. Zaleski, Z. (1996). Future anxiety: Concept, measurement, and preliminary research. Personality and Individual Differences, 21(2), 165–174. https://doi.org/10.1016/0191-8869(96)00070-0
  24. Zatrahadi, M. F., Darmawati, D., & Nurjanah, A. S. (2021). Penarikan Konsep Konseling Islam Dalam Pemulihan Jiwa Dari Padangan Imam Al Ghazali. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 19(2).
  25. Zheng, X., Chen, J., Guo, Y., Xiong, Q., Hu, Y., & Shi, S. (2020). The buffer effect of physical activity: Why does parental marital satisfaction affect adolescents' problematic Internet use? Addictive Behaviors Reports, 11, 100271. https://doi.org/10.1016/j.abrep.2020.100271