Pengaruh konseling individu terhadap regulasi emosi klien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba
-
Published: July 15, 2026
-
Page: 188-195
Abstract
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menimbulkan ketergantungan fisik, tetapi juga berdampak terhadap terganggunya kemampuan regulasi emosi yang berperan penting dalam keberhasilan proses rehabilitasi. Konseling individu dipandang sebagai salah satu intervensi psikologis yang berpotensi membantu klien mengembangkan kemampuan mengelola emosi secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling individu terhadap regulasi emosi pada pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Narkoba Rumah Sarasehan Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi (β = 0,871; t = 9,375; p < 0,001). Model regresi yang dihasilkan juga signifikan (F = 87,896; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R² = 0,758), yang menunjukkan bahwa konseling individu mampu menjelaskan 75,8% variasi regulasi emosi responden. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas layanan konseling individu yang diterima klien, semakin tinggi kemampuan mereka dalam mengelola respons emosional selama menjalani rehabilitasi. Penelitian ini menegaskan bahwa konseling individu merupakan intervensi psikologis yang efektif untuk mendukung peningkatan regulasi emosi pada pecandu narkoba serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling dalam program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.
- Konseling individu
- Pecandu narkoba
- Regulasi emosi
- Rehabilitasi narkoba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Asfia, D. A., Rizqiana, N. F., & Ladesvita, F. (2023). Layanan konseling bagi korban penyalahgunaan narkoba pada generasi muda. Jurnal Bela Negara, 1(1), 53–62.
- Beck, J. S. (2023). Cognitive behavior therapy: Basics and beyond (3rd ed.).
- Eli Trisnowati, M. P. (2024). Implementasi teori konseling individual.
- Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271
- Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348
- Hasan, H. (2022). Pengembangan sistem informasi dokumentasi terpusat pada STMIK Tidore Mandiri. Jurasik (Jurnal Sistem Informasi dan Komputer), 2(1), 23–29.
- Judith S. Beck. (2020). Cognitive behavior therapy: Basics and beyond (3rd ed.).
- Kurnia. (2021). Hubungan sibling rivalry dengan regulasi emosi pada masa kanak akhir. Jurnal Ilmiah, 14(1), 62–73.
- Lenaini, I., Islam, U., Raden, N., & Palembang, F. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
- Mania, S. (2008). Observasi sebagai alat evaluasi dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 11(2), 220–233. https://doi.org/10.24252/lp.2008v11n2a7
- Munandar, A. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi.
- Nelda Novita, N. (2026). Regulasi emosi. 10(2), 672–680.
- Ningrum, W. R., & Masing, M. (2022). Regulasi emosi mahasiswa mantan pecandu narkoba. 4, 496–500.
- Pramesti, M., Ramadhani Putri, A., Hafizh Assyidiq, M., & Azmi Rafida, A. (2022). Adiksi narkoba: Faktor, dampak, dan pencegahannya. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(2), 355–368.
- Prayitno. (2021). Konseling profesional yang berhasil: Layanan dan kegiatan pendukung. Rajagrafindo Persada.
- Rogers, C. R. (1961). On becoming a person: A therapist's view of psychotherapy. Houghton Mifflin.
- Romiati. (2023). Teori konseling REBT, behavior dan realita.
- Utami, C. L., Suandika, M., & Hanum, F. (2026). Efektivitas cognitive behavior therapy pada pecandu narkoba: Systematic literature review, 5(3), 2523–2533.
- Zatrahadi, M. F., Firman, F., & Ahmad, R. (2021). Pengembangan konseling spiritual pada masa rehabilitasi untuk pecandu narkoba. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 2(3), 233-244.